Sebera Pedulimu untuk Saudaramu!!!

Solidaritas Kebersamaan

Thursday, March 1, 2007

Semoga Negeri ini Hancur

Langit hitam pekat, angin diam dalam kepengapan sayap-sayapnya tak jua berdesir membawa terbang aroma kematia di pulau Andalas …

Meski berjuta tangan mengusap do’a, dan mengulurkan hati … untukmu negeri yang kian menggigil, semua yakin ini kehendakNya

Namun aku merasakan matahari lembab … saat dibangun panggung-panggung ajang pentas pada negerimu yang sekarat … untuk mereka yang pamer kekuasaan, dan sedikit merubah kitab-kitab suci menjadi lebih bebas …..

Untukmu saudaraku yang tersisa …

Tak usah larut dalam duka sebab memang

Tuhan marah atau usia bumi semakin lapuk

Mari serahkan diri pada Allah

Mungkin jika memang kehancuran itu lebih baik …

Ketimbang ceburkan nurani kelimbah-limbah kenistaan yang kian gelap….

Akan lebih terang hidup di alam baka … sebab disini kita hanya peran-peran figuran, dan penguasa negeri ini adalah budak-budak Iblis …

Semoga Negeri kita lebih hancur

Read More……

Belajar Menjadi Teman

Saya belajar Apa yang saya anggap terbaik, bukan tentu yang terbaik dariNya. Dan sebaliknya, yang terbaik dariNya belum tentu kita senangi. Teruslah bersyukur kepadaNya atas semua nikmat dan karuniaNya. Manusia hanya dapat terus berdoa dan berusaha untuk mendapat yang terbaik dariNya

Saya belajar Seberat apa pun cobaan yang diberikan olehNya, pada akhirnya akan membuat kita menjadi manusia yang lebih bertanggung jawab dan berguna. Syukurilah seluruh anugerahNya dengan hati ikhlas dan tulus. Everything happens, happens 4 a reasons.

Saya belajar Bahwa kedewasaan itu lebih berkaitan dengan berapa banyak pengalaman yang kita miliki dan apa yang kita pelajari daripengalaman tersebut, dan kurang berkaitan dengan telah berapa tahunusia kita.

Saya belajar Walaupun kita berpikir tidak ada lagi yang dapat kita berikan dan lakukan, ketika seorang teman kesusahan dan membutuhkan kita, kita akan selalu menemukan kekuatan dan jalan untuk terus menolong.

Saya belajar Jangan membandingkan diri sendiri dan kesusahan kita dengan orang lain, karena masing-masing kita berbeda

Saya belajar Bahwa latar belakang & lingkungan mempengaruhi pribadi saya, tapi kita tetap bertanggung jawab & menentukan masa depan kita sendiri.

Saya belajar Bahwa saya harus bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan, tidak peduli bagaimana perasaan kita.

Saya belajar Bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya dapat berlaku sesuka hati saya tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Saya belajar Bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya...

Saya belajar Bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya....

Saya belajar Jangan menilai orang dari penampilannya saja, itu bisa menipu. Bicara dan kenalilah orang tersebut lebih mendalam. Setiap orang memiliki kelebihan dan kebaikannya masing-masing,meskipun tidak ada orang yang sempurna di dunia.

Saya belajar Di saat susah lebih terlihat mana teman sejati dan bukan.

Saya belajar Bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda yang sama, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda....

Saya belajar Bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri....

Saya belajarBahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa saat saja untuk menghancurkannya...

Saya belajarBahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya...

Saya belajarHanya karena 2 orang berbeda pendapat dan tidak terlihat mesra, bukan berarti mereka tidak saling menyayangi, mencintai & setia. Dan hanya karena mereka selalu sependapat dan terlihat mesra, bukan berarti mereka selalu saling menyayangi, Mencintai & saling setia.

Saya belajar Bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya mela hirkan cinta sejati...

Saya belajarBahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak menyayangi saya....

Saya belajarBahwa saya tidak dapat memaksa orang lain menyayangi saya. Saya hanya dapat menunjukkan & melakukan sesuatu untuk orang yang saya sayangi... selanjutnya terserah mereka.

Read More……